TAHUN DEPAN, KEJUARAAN ANTARKLUB ASEAN KEMBALI DIGELAR

Selain Liga Champions Asia dan Piala AFC, klub-klub Indonesia akan mendapatkan kesempatan untuk berlaga di ajang internasional lainnya yakni Kejuaraan Antarklub ASEAN (ASEAN Club Championship). Kejuaraan ini sendiri sebelumnya pernah digelar pada 2003 dan 2005 silam, namun setelah itu kompetisi ini vakum hingga akhirnya dihidupkan kembali untuk tahun 2020. Konfirmasi mengenai kembalinya ACC datang dari mulut Presiden ASEAN Football Federation (AFF), Khiev Sameth pada November silam.

“Kami sangat berterima kasih karena didukung FIFA dan AFC,” ucap pria asal Kamboja tersebut seperti dilansir situs berita sepakbola Indonesia terkini, Bola Nusantara.

“Kami memberikan rencana kami untuk kejuaraan klub di ASEAN dengan (Gianni) Infantino dan Sheikh Salman dan keduanya sangat mendukung,” ucap pria yang menjabat sebagai presiden AFF sejak Maret 2019 tersebut.

Menurut Sameth, ACC sudah melalui tahap perencanaan yang matang, ia pun sudah menemui Presiden AFC, Sheikh Salman, pada September 2019 di Tajikistan sebelum bertemu dengan Presiden FIFA, Gianni Infantino, di Bangkok pada bulan November 2019 kemarin. Dukungan keduanya tentu memberikan semangat untuk kembali digelarnya ACC.

Namun demikian, Sameth ingin memastikan agar ACC nantinya tidak bentrok dengan jadwal kompetisi domestik negara-negara anggota AFF. Ia pun yakin ACC nantinya dapat memberikan efek positif bagi negara-negara anggota AFF.

“Kami juga mengantisipasi hingga masalah krusial lain, seperti branding hadiah uang, dan format kompetisi. Kemudian, ada beberapa negosiasi dengan berbagai rekan komersial dalam beberapa bulan sebelum memastikan pengesahan Dewan AFF,” ujar Sameth.

“ACC juga akan membantu klub meningkatkan posisi keuangan mereka, mempromosikan pariwisata olahraga, dan meningkatkan pengalaman sepakbola dari 650 juta pendukung sepakbola di wilayah kami,” tegas Sameth seperti dilansir aplikasi berita bola terlengkap, Bola Nusantara.

AFF sebagai penyelenggara sejauh ini baru memberikan secuil informasi mengenai ACC, yakni akan ada 12 klub yang ikut serta dimana hadiah sebesar 500 ribu dolar AS menanti bagi klub yang menjuarai turnamen tersebut. Tak hanya itu, tidak tertutup kemungkinan bahwa klub yang menjuarai ACC bisa ikut serta di Piala Dunia Antarklub yang diadakan FIFA pada 2021. Seperti diketahui, FIFA berencana untuk melakukan ekspansi bagi turnamen yang baru saja dimenangkan oleh klub Inggris, Liverpool, tersebut mulai 2021. 

Indonesia sendiri nantinya akan diwakili oleh dua klub, yakni Bali United dan Persebaya Surabaya yang berstatus sebagai juara dan runner-up LIga 1 2019. Keduanya baru pertama kali berlaga di ajang ini.

Pada edisi perdana ACC tahun 2003 silam, Indonesia diwakili oleh Petrokimia Putra yang menjuarai Liga Indonesia 2002 dan Persita Tangerang yang menempati posisi kedua klasemen. Selain itu ada sembilan klub lain dari masing-masing sembilan negara Asia Tenggara dan satu klub India, Kingfisher East Bengal, sebagai klub undangan.

Yang menarik, Kingfisher East Bengal yang berstatus sebagai klub undangan justru keluar sebagai juara perdana. Tidak hanya itu, dua wakil Indonesia juga harus takluk dari klub yang kala itu diperkuat bintang timnas India, Baichung Bhutia. Persita Tangerang menyerah 2-1 pada babak perempat final sedangkan di semifinal drama adu penalti menyingkirkan Petrokimia Putra. Di babak final, giliran BEC Tero Sasana yang takluk dengan skor 3-1.

Pada tahun 2005, Persebaya yang berstatus juara Liga Indonesia 2004 memutuskan untuk tidak berpartisipasi karena harus berlaga di tiga kompetisi yakni Liga Indonesia, Liga Champions Asia, dan Piala Indonesia. Klub Laos dan Filipina juga tidak mengikuti ACC karena alasan finansial. Kali ini, giliran Tampines Rovers yang menjuarai ACC setelah mengalahkan Pahang dengan skor 4-2 dengan dua gol diborong oleh Noh Alam Shah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *