Menilik Teknologi Keamanan Biometrik

Perkembangan teknologi yang demikian pesaat saat ini menjadikan orang-orang dengan mudah membobol berbagai jenis pengaman pada berbagai perangkat yang sering digunakan dalam kehidupan sehari-hari seperti smartphone dan yang lainnya. Kondisi ini tentunya mengharuskan adanya solusi pengamanan perangkat yang lebih baik lagi.

Kini, untuk menjawab dan menyelesaikan permasalahan ini, dikembangkanlah sistem keamanan ponsel atau perangkat mobile terbaru yang disebut dengan biometrik. Teknologi biometrik melibatkan anggota tubuh manusia untuk membuka password pada ponsel.

Tangan, mata, bahkan struktur wajah Anda kini telah dapat digunakan sebagai kunci pembuka  keamanan di smartphone yang Anda gunakan. Dikutip dari Wired, biometrik berkaitan dengan teknologi yang melakukan dua tugas dalam sistem keamanan, yakni mengidentifikasi dan autentikasi identitas seseorang. Pengidentifikasian dilakukan dengan menggunakan bagian tubuh manusia yang menjadi ciri khas.

Sebagaimana yang telah diketahui bersama, pola sidik jari dan iris mata merupakan bagian tubuh yang hanya dimiliki satu orang, yaitu orang yang bersangkutan. Tentunya tidak semua orang memiliki sidik jari dan iris mata yang sama.

Wired juga mencatat kalau sistem keamanan dengan teknologi biometrik di smartphone, pertama kali diperkenalkan oleh Apple, yang pada waktu itu menyematkan pemindai sidik jari di tombol home iPhone pada tahun 2013. Setelah itu barulah bermunculan beragam merek ponsel yang turut menyematkan sistem serupa.

Setelah pemindai sidik jari mulai banyak diterapkan oleh sebagian besar produsen smartphone, Samsung mulai memperkenalkan pemindai iris mata di tahun 2016.

Samsung Galaxy Note 7 merupakan smartphone pertama besutan Samsung yang menggunakan teknologi iris scanner di dalamnya. Ketika pemiliknya melihat ke arah sensor, layar Note 7 secara otomatis akan terbuka. Sayangnya sebelum benar-benar dirasakan manfaatnya oleh para pengguna, Samsung Galaxy Note 7 terpaksa harus ditarik karena adanya masalah pada baterai.

Setelah itu Samsung kemudian mencoba membawa kembali sistem keamanan biometrik terbaru. Kini telah hadir sistem pemindai wajah atau disebut face recognition yang menjadi fitur baru di era smartphone masa kini. Sistem keamanan tersebut sudah disematkan pada Samsung Galaxy S8 dan S8 Plus.